Sabtu, 18 Oktober 2014

PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS



1.     Lingkungan bisnis yang mempunyai perilaku etika
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll. Moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.
2.    Kesaling - tergantungan antara bisnis dan masyarakat
Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung  maupun tidak langsung.

Dua pandangan tanggung jawab sosial :
a.    Pandangan klasik : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented). Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan.
b.    Pandangan sosial ekonomi : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan social. Pada pandangan ini berpendapat bahwa perusahaan bukan intitas independent yang bertanggung jawab hanya terhadap pemegang saham, tetapi juga terhadap masyarakat.


3.    Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
·        Pengendalian diri
·        Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
·        Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
·        Menciptakan persaingan yang sehat
·        Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
·        Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
·        Mampu menyatakan yang benar itu benar
·        Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
·        Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
·        Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakat

4.    Perkembangan dalam etika bisnis
Perkembangan dalam etika bisnis dibagi menjadi 5 periode yaitu sebagai berikut :
a.    Situasi Dahulu : Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur
b.    Masa Peralihan tahun 1960-an : ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility
c.    Etika Bisnis Lahir di AS tahun 1970-an : sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS
d.    Etika Bisnis Meluas ke Eropa tahun 1980-an : di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN)
e.    Etika Bisnis menjadi Fenomena Global tahun 1990-an : tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo

5.    Etika bisnis dan Akuntan
Profesi akuntan publik bisa dikatakan sebagai salah satu profesi kunci di era globalisasi untuk mewujudkan era transparansi bisnis yang fair, oleh karena itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi yaitu: keahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Profesi juga dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.Untuk menegakkan akuntansi sebagai sebuah profesi yang etis, dibutuhkan etika profesi dalam mengatur kegiatan profesinya. Etika profesi itu sendiri, dalam kerangka etika merupakan bagian dari etika sosial. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.

Dari pembahasan perilaku etika dalam bisnis dapat disimpulkan bahwa: Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar. Dua pandangan tanggung jawab sosial yaitu Pandangan klasik dan pandangan sosial ekonomi. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia.

Nama : Endra Yani
Npm   : 22211434
Kelas  : 4EB11

Sumber :
http://riyanikusuma.wordpress.com/2013/10/30/perilaku-etika-dalam-bisnis/
http://igamuhammad.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis.html
http://chesarioch.blogspot.com/2013/12/kesaling-tergantungan-antara-bisnis-dan.html
http://valiani-softskill.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis_4.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/
http://winasr.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis.html

Rabu, 15 Oktober 2014

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN
1.     Pengertian Etika
Menurut para ahli, etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:

a.    Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
b.    Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
c.    Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.


2.    Prinsip – prinsip etika
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu :
a.    Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya.

b.    Prinsip Persamaan
Setiap manusia memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

c.    Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.


d.    Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh.
e.    Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.

f.    Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.

3.    Basis teori etika
Etika sebagai disiplin ilmu berhubungan dengan kajian secara kritis tentang adat kebiasaan, nilai-nilai, dan norma perilaku manusia yang dianggap baik atau tidak baik. Dalam etika masih dijumpai banyak teori yang mencoba untuk menjelaskan suatu tindakan, sifat, atau objek perilaku yang sama dari sudut pandang atau perspektif yang berlainan. Berikut ini beberapa teori etika:
a.    Etika Teleologi
Etika teleologi berasal dari kata Yunani,  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
·        Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
·        Utilitarianisme
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

b.    Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.


c.    Teori Hak

Teori hak  adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban.

4.    Egoisme

Kata “egoisme” merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno – yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern – ego  yang berarti “diri” atau “Saya”, dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis. Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya – intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak  dan hanya memikirkan diri sendiri.

Dari pembahasan pendahuluan etika sebagai tinjauan dapat disimpulkan bahwa etika adalah aturan perilaku, pergaulan antara sesama yang menegaskan mana yang baik dan  mana buruk. Terdapat enam prinsip yang merupakan landasan penting etika yaitu Prinsip Keindahan, prinsip persamaan, prinsip kebaikan, prinsip keadilan, prinsip kebebasan dan prinsip kebenaran. Egoisme adalah pandangan yang menguntukan bagi diri sendiri dan hanya memikirkan diri sendiri, tidak memandang kepedulian terhadap orang lain.  
           Nama  : Endra Yani
           Npm    : 22211434
           Kelas    : 4EB11    

Sumber :
http://lirin021206.wordpress.com/2012/10/06/etika-sebagai-tinjauan/
http://wiwiedyah.blogspot.com/2013/09/pengertian-etika-prinsip-prinsip-etika.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/
http://fikaamalia.wordpress.com/2012/09/27/bab-1-pendahuluan-dan-etika-sebagai-tinjauan/
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Amanita%20Novi%20Yushita,%20S.E./TEORI%20ETIKA.pdf

Jumat, 20 Juni 2014

TUGAS SOFTSKILL BULAN KE 4


Exercise 37 
Relative Clause. 
Page 138

1.  The last record who was produced by this company became a gold record.
2.  Checking accounts which require a minimum balance are very common now.
3.  The professor which you spoke yesterday is not here today.
4.  John grades who are the highest in the school has received a scholarship.
5.  Felipe bought a camera that has three lenses.
6. Frank is the man whose we are going to nominate for the office of treasure .
7.  The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
8.  Jane is a woman who is going to china next year.
9.  Janet wants a typewriter which self corrects.
10. This book that i found last week contains some useful information.
11.  Mr Bryant whose team has lost the game looks very sad.
12.  James wrote an article which indicated that he disliked the president.
14.  This is the book that i have been looking for this book all year.
15.  William brother who is a lawyer wants to become a judge.


Exercise 38
Relative Clause Reduction. 
Page 139

1.  George is the man chosen to represent the committe at the convention.
2.  All of the money accepted has already been released.
3.  The papers on the table belong to Patricia
4.  The man brought to the police station confessed to the crime.
5.  The girl drinking coffee is Mary Allen
6.  Johns wife a professor has written several pepers on this subjects.
7.  The man talking to the policeman in my uncle.
8.  The book on the top shelf is the one tha i need.
9.  The number of students counted is quite high.
10.  Leo Evans, a doctor eats in this restaurant everyday. 


ARTIKEL RELATIVE CLAUSE
Relative Clause adalah bagian dari kalimat (anak kalimat) yang memberi keterangan pada orang atau benda yang mendahuluinya. Istilah Relative Clause sama dengan Adjective Clause. Disebut Adjective Clause karena dia menerangkan benda atau orang yang mendahuluinya. Disebut Relative Clause karena dia menghubungkan (me-relate) benda atau orang tersebut dengan frasa di belakangnya. Relative Clause diawali dengan kata penghubung who, whom, whose, which, that, dengan fungsi sebagai berikut
1. Who: menerangkan orang sebagai subject
2. Whom: menerangkan kan orang sebagai object (menggantikan me, you, us, him, her, them, it) 
3. Whose:menerangkan orang sebagai pemilik (menggantikan my, your, our, his, her, their, its)
4. Which: menerangkan benda sebagai subject maupun object
5. That menerangkan orang atau benda baik sebagai subject maupun object
Sumber :
 http://novenrique.blogspot.com/2010/02/relative-clause-adalah-bagian-dari.html

Kamis, 15 Mei 2014

TUGAS SOFTSKILL BULAN 3

EXERCISE 36 : CAUSATIVE VERBS
HALAMAN : 135
   1. Leave
    2. Repair
    3. Typed
    4. Call
    5. Painted
    6. Wrote
    7. Lie
    8. Sent
    9. To Cut
   10. To Sign
   11. Leave
   12. Washed
   13. Fix
   14. Published
   15. To find

PASSIVE VOICE
   1. The President is called by somebody everyday.
    2. The other members is being called by John.
    3. Mr. Walson will be called by somebody tonight.
    4. Considerate damage has been caused by the fire.
    5. The supplies should be bought by the teacher for this class.


ARTIKEL PASSIVE VOICE

1. Simple Present Tense ,use to be : is,am, or are.
Example:
Active :  John bites Mary
Passive : Marry is bitten by John
Active : He meets them everday
Passive  : They are met by him everday

2. Present  Continuous Tense, use tobe ( am, is or are)+ being.
Example:
Active :  John is biting mary
Passive : Mary is being bitten by John
Active : He meets them now
Passive  : They are being met by him now

3. Present Perfect Tense, use has been or have been.
Example:
Active :  John has  bitten Mary
Passive : Marry has been  bitten by John
Active : He has met them.
Passive  : They have been met by him.

sumber :
buku english grammar penerbit indah surabaya
http://biarmiakbar.blogspot.com/2013/10/makalah-bahasa-inggris-passive-voice.html



Magical Tinkerbell